Menjebol Hotspot (Hacking Password Wifii)
16 March 2010

Masalah keamanan merupakan hal
yang sangat
penting dalam jaringan komputer, terutama dalam jaringan wireless.
Kehadiran berbagai vendor produk wireless yang menyajikan beragam produk
dengan harga terjangkau turut andil menjadi pendorong maraknya
penggunaan teknologi wireless. Teknologi wireless ini tidak hanya cocok
untuk digunakan pada kantor ataupun pengguna bisnis. Pengguna rumahan
juga bisa menggunakan teknologi ini untuk mempermudah konektivitas.
Makalah ini lebih ditujukan untuk memberikan informasi mengenai ancaman
serta cara cepat dan mudah untuk mengamankan jaringan wireless. Seperti
sudah dibahas di awal, teknologi wireless memang relatif lebih rentan
terhadap masalah keamanan. Sesuai namanya, teknologi wireless
menggunakan gelombang radio sebagai sarana transmisi data. Proses
pengamanan akan menjadi lebih sulit karena Anda tidak dapat melihat
gelombang radio yang digunakan untuk transmisi data.
Kelemahan
jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni
kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang
digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena
saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak
vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin
jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan
konfigurasi wireless default bawaan vendor. Seringkali wireless yang
dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor
seperti SSID, IP Address, remote manajemen, DHCP enable, kanal
frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi
wireless tersebut masih standart bawaan pabrik.
WEP (Wired
Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya,
saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang
tersedia gratis di internet. WPA-PSK yang dianggap menjadi solusi
menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode
dictionary attack secara offline.
Beberapa kelemahan pada jaringan
wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:
1.
Celah Keamanan
Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa
membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang
berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal
WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman
dalam jaringan wireless, di antaranya:
- - Sniffing to Eavesdrop
- Paket
yang merupakan data seperti akses HTTP, email, dan Iain-Iain, yang
dilewatkan oleh gelombang wireless dapat dengan mudah ditangkap dan
dianalisis oleh attacker menggunakan aplikasi Packet Sniffer seperti
Kismet.
- - Denial of Service Attack
- Serangan jenis ini dilakukan
dengan membanjiri (flooding) jaringan sehingga sinyal wireless
berbenturan dan menghasilkan paket-paket yang rusak.
- - Man in the
Middle Attack
- Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan
authentikasi masih dapat ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi
protokol jaringan tersebut. Salah satunya dengan mengeksploitasi Address
Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hacker yang cerdik dapat
mengambil alih jaringan wireless tersebut.
- - Rogue/Unauthorized
Access Point
- Rogue AP ini dapat dipasang oleh orang yang ingin
menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara ilegal/tanpa
izin. Tujuannya, penyerang dapat menyusup ke jaringan melalui AP liar
ini.
- - Konfigurasi access point yang tidak benar
- Kondisi ini
sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi
sistem keamanan AP.
Kegiatan yang mengancam keamanan
jaringan
wireless di atas dilakukan dengan cara yang dikenal sebagai Warchalking,
WarDriving, WarFlying, WarSpamming, atau WarSpying. Banyaknya access
point/base station yang dibangun seiring dengan semakin murahnya biaya
berlangganan koneksi Internet, menyebabkan kegiatan hacking tersebut
sering diterapkan untuk mendapatkan akses Internet secara ilegal.
Tentunya, tanpa perlu membayar.
2. Hide SSID
Banyak
administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless
mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat
terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID
sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat
tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau
ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan
wireless, maka client akan tetap mengirimkan ... Bersambung.
Sumber : Jasa Pembuatan Website, Siakad, Simpeg dan SIM Rumah Sakit https://klatenweb.com
Selengkapnya : https://klatenweb.com/artikel/284/Menjebol-Hotspot-(Hacking-Password-Wifii).html