Edukasi kini bisa dijamah melalui berbagai media, termasuk Internet. Sejumlah pengembang memanfaatkan website sebagai wadah belajar dan mengajar via Internet. Misalnya, Haisobat, situs belajar interaktif untuk anak. Atau, SahabatGuru, mendiskusikan seputar perkembangan atau persoalan terkini di dunia belajar-mengajar matematika.
Seperti website-website sebelumnya, pengajarplus.com juga demikian. Dikembangkan oleh Satu Solusi awal April ini, situs ini menyasar para guru hingga dosen universitas.
"Situs
ini merupakan wadah komunitas pengembangan mutu guru se-Indonesia yang
dibentuk oleh Satu Solusi dalam program Satu Solusi untuk Pendidikan,"
kata Abbi Angkasa Perdana, Presiden Direktur PT Satusolusi Intermedia
Utama, dalam keterangannya, Kamis, 7 April 2011.
Apa yang bisa ditemui di dalam website pengajarplus.com?
Tak
hanya sekadar berita terbaru soal pendidikan nasional, pengembang juga
menyuguhkan informasi-informasi tentang beasiswa ke luar negeri dalam
berbagai strata, mulai S-1 sampai S-3. Selain itu, pengunjung
juga disuguhi profil-profil pengajar Indonesia, seperti misalnya Didit
H. Purnomo, Saldi Isra, dan Onno W. Purbo. Khusus guru, website
menyediakan rubrik komunitas guru yang bisa mewadahi interaksi guru-guru
nasional dalam bentuk jejaring sosial.
Para guru juga dapat
mengakses kumpulan tips dan tutorial pendidikan efektif pada rubrik Tips
+ Tutorial untuk memperkaya pengalaman mengajar masing-masing. Untuk
memikat perhatian para guru, Satu Solusi menyiapkan program 10 ribu
laptop dengan skema pembiayaan terjangkau. Dengan program ini, guru
dapat menikmati program cicilan laptop dalam jangka waktu dua tahun. Ada
tiga skema cicilan yang bisa dipilih mulai dari Rp237 ribu hingga Rp388
ribu tergantung jenis laptopnya.
"Selama dua tahun, guru yang
mengikuti program ini mendapat keanggotaan gratis di situs
pengajarplus.com. Di sana, mereka akan mendapat materi pengajaran hingga
pelatihan kewirausahaan yang bisa menjadi income tambahan para guru di
masa depan," ujar Abbi.
Rencananya, pengajarplus.com akan diperkenalkan dalam acara grand launch sekaligus meresmikan program 10 ribu laptop untuk para guru, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2011 mendatang.
"Sepuluh ribu laptop murah ini hanya pilot project tahun pertama program Satu Solusi untuk Pendidikan. Sebab, berdasarkan
riset kami, sedikitnya ada dua juta guru di Indonesia yang kami
targetkan memiliki laptop murah ini dalam setahun ke depan," katanya.
Upaya
untuk mempermudah kepemilikan komputer terjangkau dengan program
berbasis syariah ini dirintis Abbi cs. sejak lama. "Sebab berdasarkan
data dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) akhir 2010
lalu, penetrasi komputer baik PC maupun laptop di Indonesia baru 4
persen dari total populasi penduduk, atau hanya berkisar 9,2 juta unit.
Dengan
demikian, tingkat kepemilikan komputer di Indonesia masih sangat rendah
dibandingkan negara lain di Asia Pasifik yang rata-rata sudah di atas
10 persen. "Itu sebabnya perlu dilakukan metode baru untuk menggairahkan
pertumbuhan komputer di Indonesia," ujarnya. (kd)
Sumber : VIVAnews