
JAKARTA, KOMPAS.com – Akun-akun bajakan Twitter laris manis diperjualbelikan di forum cybercriminal Rusia. Para artis pemalsu dan spammer membayarkan antara US$ 100 dan US$ 200 untuk satu kelompok berisi 1000 akun, tergantung pada jumlah follower yang dimiliki akun tersebut. Begitu menurut peneliti sekuriti Rusia.
Para pembeli
kebanyakan menjajakan produk antivirus palsu dengan tweet yang dikirim
melalui akun-akun itu. Teknik mencuri data akun dan mengirimkan tautan
jahat di Twiiter telah menjadi kian populer dan berkembang pesat dalam
dua bulan terakhir, kata Costin Raiu (Director of the global research
and analysis group for the Moscow-based antivirus company Kaspersky
Lab). "Cybercriminal tahu bahwa jejaring sosial bisa dimanfaatkan secara
sangat efisien untuk keperluan mereka."
Satu tweet yang sukses dibajak dari akun seorang yang terpercaya bisa berakibat fatal. Ini khususnya jika tweet palsu itu “di-tweet” lagi oleh para pengikutnya ke lebih banyak orang. Biasanya, sekitar 10% - 20% orang akan mengklik tautan yang dikirimkan oleh sumber terpercaya.
Perdagangan
Twitter ilegal ini dilakukan oleh forum-forum cybercriminal yang
berbahasa Rusia, kata Raiu. Tidak tersedia agregasi dari jumlah akun
yang dicuri. Namun berdasarkan fakta bahwa akun-akun itu ditawarkan
dalam kumpulan per 1000, Raiu menyimpulkan bahwa puluhan ribu atau lebih
akun mungkin tersedia untuk dijual di seluruh dunia. Twitter punya
lebih dari 75 juta anggota, dan 10 juta – 15 juta di antaranya secara
teratur mengirimkan tweet.
Dalam satu scam umum, mengklik tautan dari tweet yang dibajak akan menginfeksi komputer penerimany dengan iklan-iklan tentang produk antivirus palsu. Infeksi ini memunculkan sebuah catatan pop-up yang mengumumkan adanya infeksi dan menawarkan "full version" dari solusi antivirus seharga US$ 50 atau lebih. Satu dari 100 orang kemungkinan akan membayarnya, kata Raiu, dengan return on investment 50 banding 1.
Penipuan Twitter ini dibangun dari
pencurian data login melalui trik lama, termasuk virus pencuri password
(Trojan) dan melalui e-mail spam yang mengecoh penerima untuk memasukkan
data-data mereka ke versi palsu dari Twitter.com. Begitu akses ke akun
didapat, hacker mungkin akan mencoba mengirimkan tweet palsu sebelum si
pemilik sadar dan mengubah data-datanya.
Twitter menyarankan
para pengguna yang melihat tweet ilegal dengan namanya untuk mengubah
password mereka. Juga untuk mencabut akses ke sebarang aplikasi yang
tidak dikenal. Di forumnya, Twitter juga menawarkan advis tentang
tweeting yang aman.
Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2010/05/14/1710347/Waspada..Banyak.Tweet.yang.Palsu.